Kawah Belerang (Gemburak Atas) – Way Tenong

23 views
majalahlampung.com

Bagi rekan-rekan yang memiliki jiwa berpetualang dan ingin merasakan terjalnya perbukitan, boleh lah mencoba wisata ini.  Destinasi wisata ini terletak di kaki bukit Talang Bukit yang beralamatkan di dusun Sidomakmur, Pekon Padang Tambak, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat.

Terletak di bagian Barat Provinsi Lampung, perjalanan 5 jam dari Kota Bandar Lampung melalui Jalan Lintas Liwa – Bengkulu dan turun di Pasar Way Tenong. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek dengan tarif  Rp 10.000 saja.

Perjalanan atau rute untuk menuju lokasi bisa melalui dua jalur, pertama via Dusun Tambak Asri dan via Dusun Sidomakmur.  Dari kedua jalur tersebut memiliki keunggulan masing-masing.

Jalur via Tambak Asri, bisa ditempuh dengan berjalan menyusuri jalan setapak juga bisa naik motor trail,  disini kalian bisa menikmati hamparan kebun kopi, sawah serta perkampungan yang ada di Kecamatan Way Tenong dari ketinggian yang dikelilingi pegunungan. Akan kalian dapatkan sensasinya jika perjalanan dilakukan sebelum matahari terbit bagaikan negeri di atas awan.

Baca Juga:  Pemandian Air Panas Jukubatu Way Kanan

Setelah setengah jam perjalananan aroma belerang sudah dapat dirasakan,  sampailah tempat peristirahatan berupa saung yang biasa digunakan penduduk sekitar ketika merekan akan berangkat ke kebun.

Kemudian kita akan menjumpai padang rumput yang luas berupa ilalang dan harus hati-hati dalam melaluinya, karena apabila terjadi perbedaan moment sudut maka akan melukai kita.

Jalur yang kedua melalui Dusun Sidomakmur, jaraknya lebih dekat serta jalannya pun lebih bagus direkomendasikan untuk yang tidak kuat mendaki.  Sebagai patokan adalah SD Sidomakmur lalu kalian mengambil arah Kayuare-Suoh, jika kalian masih bingung dapat menanyakan ke warga sekitar.

majalahlampung.com

Dari kejauhan tampaklah asap uap yang mengepul dan makin menyengat pula aroma belerang ketika terbawa angin.  Dan sampailah di Kawah Belerang yang konon terbentuk karena letusan gunung berapi waktu itu.  Penduduk sekitar menyebutnya dengan Gemburak.

Namun penduduk sekitar pun tidak mengetahui kapan terjadinya letusan tersebut, dilihat dari bentuk kawahnya, letusan yang terjadi sangatlah dasyat sebab hampir seluruh badan gunung habis sehingga menimbulkan hamparan kawah yang luasnya kurang lebih 5 Ha.

majalahlampung.com

Disisi tebing pun ada gas yang keluar yang mendesis seperti ban yang tertusuk paku.  Sedangkan dibagian bawah seperti bubur kacang hijau yang sedang mendidih.

Baca Juga: Arung Jeram Way Besai, Lampung Barat

Vegetasi disini masih cukup terawat mulai dari semak-semak sampai hutan berkayu yang besar-besar masih kokoh berdiri terlihat di kejauhan ketika memandang ke atas lereng gunung.  Sungguh luar biasa ciptaan-Nya, terimakasih atas karunia yang Engkau berikan.

Jika temen-temen hendak ke sini sebaiknya jangan musim penghujan, karena selain aktifitas gas yang meningkat pada kawah, juga medan yang dilalui menjadi sulit.  Sebaiknya di Bulan Maret sampai Agustus yang memiliki curah hujan relatif berkurang dari biasanya.

Leave a Reply