Mengatasi Kecemasan Ketika Anak Sakit | Kesehatan Kita

Memiliki buah hati adalah hal yang sangat dinantikan bagi setiap orang yang sudah menikah atau berumah tangga.  Rasa cintanya kepada pasangan akan makin bertambah ketika lahirlah seorang bayi di keluarga itu. Batapa tidak, bayi adalah anugera yang luar biasa dari Sang Maha Pencipta yang dipercayakan kepada kita utuk merawatnya. Tetapi yang senang bukan hanya kedua orang tuanya saja, namun kakek, nenek dan seluruh kerabat ikut bahagia.

Masa balita adalah masa yang butuh perhatian ekstra dalam mengasuh dan merawatnya.  Mengapa demikian?, karena pada masa itu segala sesuatunya masih mutlak membutuhkan bantuan kita. Dari menyuapi makanan, memandikan, memberikan seluruh curahan kasih sayang kita padanya. Makanya ada istilah, jika kita memiliki piaraan atau sesuatu yang harus diperhatikan atau dipantau terus orang akan mengatakan “koyo ngopeni bayi (seperti merawat bayi)”. Ya memang seperti itulah kenyataanya.

Baca Juga : Cara meriksa Demam Balita Tanpa Thermometer

Tetapi semua rasa capek dan lelah akan hilang seketika ketika dia tersenyum dan tertawa menyapa kita.  Hal yang sama akan dialami oleh semua orang tua baik pasangan muda atau pasangan yang sudah lama menikah. Tetapi rasa senang, bahagia juga akan sesaat sirna ketika sang buah hati kita mengalami meriang atau panas. Dengan keadaan ini orang tua ada yang bersikap biasa saja tetapi ada juga yang sangat merasa cemas.

Kalau saya pribadi tergolong kreteria yang ke dua, yaitu merasa cemas dan badan menjadi tidak karuan rasanya, makan tidak enak, tidur tidak nyenyak,efeknya seperti mual, pengen BAB.  Saya juga tidak tahu penyebabnya mengapa demikian, padahal yang sakit anak saya tetapi saya ikut merasa seperti orang yang sakit juga. Sampai saat ini pun masih terjadi demikian.

Rasa itu bisa saya atasi ketika saya ingat bahwa semua adalah milik-Nya, ketika saya sudah berusaha dengan

  • membawanya ke layanan kesehatan atau dokter
  • memberikan obat,
  • saya tinggal berdoa dan pasrah kepada-Nya
  • dan selalu berfikir positif.
  • Jangan lupa tetap cukup istirahat,
  • makan makanan bergizi.

Itulah beberapa hal yang membuat hati saya menjadi tenang dan kecemasan lambat laun akan menghilang.  Ingatlah semuanya hanya milik_NYa dan akan kembali kepada_Nya.  Manusia tetap berusaha dengan segenap kemampuannya dan yang menentukan hasilnya  hanyalah_Dia.

 

Leave a Reply